Tuesday, 07 November 2017 06:49

Jangan Terlena Bujuk Rayu Palsu Pengedar Narkoba

Pengedar narkoba akan datang dengan tangan terbuka dan senyum merekah bagi siapa pun yang mau membeli barang haram tersebut. Mereka akan memakai 1001 rayuan demi meyakinkan Anda untuk membeli narkoba. Namun, harus dipahami bahwa yang mereka lakukan adalah rayuan palsu.

Sebuah penelitian menunjukkan, alasan utama seseorang menggunakan narkoba adalah dorongan dari teman-temannya. Oleh sebab itu, pengedar narkoba selalu datang bak penolong atau teman baik yang perhatian dengan Anda. Namun, motif utama bukanlah untuk menolong, melainkan menjadikan Anda sebagai sapi perahan. Ya, sekali saja menggunakan narkoba, maka efek ketergantungan atau ketagihan akan membuat pemakai rela mengeluarkan uang berapa pun demi kenikmatan sesaat. Tidak berbeda seperti sapi perah.

Menurut Yayasan Dunia Bebas Narkoba, para pengedar memang menargetkan orang-orang yang sedang dalam kondisi terpuruk. Misalnya saja orang yang baru putus cinta, mereka yang baru dipecat dari pekerjaan, maupun orang yang sekadar ingin terlihat beken. Orang-orang seperti itulah merupakan mangsa empuk pengedar narkoba.

Salah satu rayuan para pengedar narkoba adalah, “Ayo pakai ekstasi karena barang ini akan membuat Anda populer dalam pertemanan.”

Padahal, patut dipahami, para pengedar merupakan hamba uang. Mereka tidak akan memikirkan nasib Anda, andai ketergantungan akan narkoba menghabiskan seluruh harta kekayaan. Begitu pula dengan kesehatan, para pengedar tidak ambil pusing bila ada kliennya yang meninggal akibat overdosis (OD).

Adapun salah satu cara untuk menangkis rayuan pengedar narkoba adalah memiliki pengetahuan yang cukup tentang obat-obatan terlarang ini. Kadang kala pengedar tidak akan secara gamblang mengatakan menjual narkoba, melainkan mengaku menjual vitamin. Pengetahuan ini penting untuk membentengi Anda dari bahaya narkoba.

Read 9 times
Login to post comments
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…