Friday, 27 April 2018 08:58

Lampung Dan Riau Rawan Masuknya Narkoba

Lampung Dan Riau Rawan Masuknya Narkoba Media Online

Jakarta, Cegahnarkoba - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan 20 Kg Narkoba jenis sabu di Lampung dan Riau. Kepala BNN Komjen. Pol. Heru Winarko,  saat konferensi pers di kantor BNN RI (26/04/2018) menyampaikan bahwa penyelundupan sabu ini berasal dari Malaysia yang dilakukan oleh tiga WNI berinisial ZA, FAS dan MA. Lebih lanjut  beliau menyatakan bahwa narkoba masih ada dan dikirim dari luar melalui jalur perairan menggunakan speedboat. Penangkapan ini merupakan kerjasama dari BNNP Riau dan BNNP Lampung. Keberhasilan pengungkapan ini berkat adanya peran serta aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada BNN mengenai tindak kejahatan narkoba.

Saat ini wilayah Lampung dan Perairan Riau kerap dijadikan pintu masuk peredaran gelap narkoba ke Indonesia melalui pelabuhan dan jalur darat. Sindikat narkoba sering memanfaatkan longgarnya pengamanan di sepanjang perairan Indonesia untuk memasukan narkoba dari Luar Negeri. Bahkan disinyalir terdapat beberapa pelabuhan tikus yang menjadi titik lokasi masuknya narkoba di Indonesia.

Maraknya kasus peredaraan narkoba seperti ini memerlukan upaya lebih kuat dalam hal pencegahan. Diantaranya dengan dilakukannya penguatan pengawasan perairan untuk mencegah masuknya narkoba dari Luar negeri. Selain itu juga diperlukan upaya peningkatan kewaspadaan terhadap segala bentuk peredaran bahan-bahan berbahaya yang ada di sekitar kita khusususnya di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat pada umumnya. Masyarakat juga harus senantiasa  mengikuti dan memahami perkembangan informasi yang berkaitan dengan kejahatan narkoba. Oleh karenanya BNN bersama masyarakat akan terus secara masif melakukan pencegahan peredaran narkoba. (Ade, Kiki, Helmi, Hendrik, Rina).

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Read 126 times
Login to post comments
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…