yono

yono

Page 1 of 15

Jakarta, Cegahnarkoba -  BNN bersinergi dengan aparat penegakan hukum berhasil mengungkap 4 kasus tindak pidana narkotika, yang dilakukan di 4 wilayah Indonesia. Dari kasus tersebut, ditemukan sebanyak 14,6 Kg Sabu dan 63.573 butir Ekstasi dengan rincian sebagai berikut :

10 Kg Sabu (Jaringan Aceh, Medan – Sumatera Utara), 3,1 Kg Sabu (Jaringan Aceh – Jakarta), 1,5 Kg Sabu (Jaringan Malaysia – Taraka, Kalimantan Utara) dan 63.573 Butir Ekstasi Pesanan Napi dari Rutan Salemba

 Sumber data: Humas BNN

Dalam jumpa pers di lobby kantor BNN, Cawang, Selasa (16/10/2018), Arman Depari, Deputi Bidang Pemberantasan menyampaikan bahwa penyelundupan dilakukan melalui jalur laut yaitu dari Malaysia.

Penggagalan penyelundupan narkoba di wilayah Indonesia telah membuktikan bahwa sinergitas masyarakat dan intansi terkait mampu mencegah peredaran gelap narkoba yang akan merusak tatanan masyarakat, khususnya mereka yang ada di wilayah pesisir pantai.

Dengan terungkapnya kasus penyelundupan narkoba melalui jalur laut, maka masyarakat yang tinggal di wilayah perairan perlu diberikan sosialisasi pencegahan akan bahaya narkotika, serta dampak buruknya apabila digunakan dalam jangka panjang.

Para tersangka dijerat dengan Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Yul)

#cegahnarkoba  #stopnarkoba

Sukabumi, Cegahnarkoba – Sebagai bentuk kepedulian pihak sekolah akan tumbuh dan berkembangnya peserta didik dalam dunia pendidikan, juga maraknya peredaran gelap narkoba di lingkungan sekolah, maka pihak sekolah Saint John’s School, Meruya melakukan kegiatan dengan menggandeng BNN untuk lebih memperkenalkan bahaya dan efek narkoba bagi perkembangan manusia.

Rangkaian kegiatan diawali dari Bulan Agustus dengan penyuluhan narkoba, open house dengan menghadirkan Mobil Sosialisasi dan peragaan anjing pelacak (Unit K9), pada september 2018 yang lalu.

Di akhir rangkaian kegiatan, sekolah Saint John’s School, Meruya melakukan field trip ke Balai Besar Rehabilitasi. Disana para pelajar mendapat pengetahuan seputar bahaya penyalahgunaan narkoba dan testimoni oleh residen binaan dari BNN, serta menyaksikan secara langsung kehebatan anjing pelacak dalam mendeteksi narkoba di Balai Karantina Anjing Pelacak atau Unit K9 Milik BNN di Lido, Kamis (11/10/2018) yang lalu.

Dari kunjungan tersebut, diharapkan pelajar dapat lebih memahami bahaya penyalahgunaan narkoba serta hidup sehat tan tumbuh tanpa narkoba dalam meraih prestasi. (yul)

#cegahnarkoba  #stopnarkoba

Cegahnarkoba - Mengisi masa muda dengan kegiatan yang positif tentunya sangat bermanfaat dibanding hanya menghabiskan waktu untuk nge-mall atau clubbing. Kamu bisa melakukan hal produktif seperti ikut komunitas tari, teater dan musik. Selain sebagai cara untuk mengekplorasi kemampuan diri, kegiatan tersebut juga berguna untuk menyalurkan bakat dan minat yang barangkali belum kamu sadari.

Banyak hal berguna yang bisa kamu dapatkan ketika mengikuti komunitas tersebut. Beberapa diantaranya adalah mendapat pengalaman dan teman baru, dari situ kamu bisa bertukar informasi seputar hobi yang sedang kamu geluti. Kamu juga dapat berbagi cerita mengenai hal-hal yang berkaitan dengan komunitas yang kamu ikuti. Pengalaman dan informasi yang kamu bagi tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain.

Salah satu komunitas yang banyak dikenal orang ialah Komunitas Salihara. Dibentuk oleh beberapa sastrawan, seniman dan peminat seni sejak Agustus 2008. Komunitas ini menyelanggarakan berbagai macam acara dan program-program seni. Teater menjadi salah satu pertunjukan yang cukup sering ditampilkan. Ada juga bedah buku, perhelatan tari, pemutaran film dan konser musik.

Komunitas Salihara juga membuka klub buku, kelas akting dan menulis. Melalui klub buku, kamu diajarkan untuk membedah, mengkritik dan mengolah karya sastra. Lewat kelas akting, kamu bisa belajar teater, drama dan tampil di depan umum dengan percaya diri. Sementara, menulis dapat mengungkapkan isi hati dan mengekspresikan kepribadian diri.

Banyaknya komunitas seni di Indonesia, mempermudah masyarakat dalam meyalurkan hobi dan bakat yang mereka miliki. Komunitas tersebut juga menjadi wadah untuk mengeksplorasi potensi diri. Masa muda tidak lagi sia-sia ketika diisi dengan kegiatan positif yang tak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Jadilah generasi bangsa yang cerdas dan menginspirasi. (asri)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Cegahnarkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadakan Forum Komunikasi (Forkom) berbasis media online pada hari kamis (27/8/18) di salah satu Hotel daerah Cawang – Jakarta Timur.

Mengambil tema “Generasi Digital Generasi Milenial Sehat Tanpa Narkoba”, BNN mengajak semua lapisan untuk turut serta membantu dan berperan aktif dalam mensosialisasikan bahaya pengunaan narkoba atau obat-obatan terlarang.

Forkom dimulai pukul 09.00 wib, di hadiri oleh Direktur Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, Bapak Brigjen. Pol. Drs. Anthoni Hutabarat dan Praktisi bidang seni dan entertain, Trisa Triandesa sebagai narasumber dalam forkom ini.

“Kami sengaja memilih para blogger, netizen untuk menjadi perpanjangan tangan atau mitra BNN dalam menyampaikan informasi pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Saat ini media informasi sudah beralih melalui media elektronik khusunya media online, hal ini menunjukan betapa pentingnya media ini sebagai media diseminasi informasi bahaya narkoba. ucap bapak Brigen Pol. Drs. Antony Hutabarat dalam sambutannya”.

Memang peserta yang hadir adalah para blogger, vlogger dari berbagai macam usia dan profesi, yang ingin berpartisipasi dalam mensosialisasikan bahaya pengunaan narkoba kepada khalayak.

hal ini tentunya menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak terberdaya atau tertipu dengan sindikat narkoba yang bertujuan menghancurkan generasi muda Indonesia.

Oleh sebab itu, strategi untuk menyatukan atau melibatkan netizen dalam penyebaran informasi tentang bahaya pengunaan narkoba tentu saja sangat dibutuhkan.

Para netizen diharapkan turut serta ambil bagian guna membantu masyarakat melalui tulisan-tulisan yang dimuat pada media online, atau membuat vlog yang bersifat mengedukasi serta menggungah masyarakat agar lebih peduli, waspada dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Sumber Berita: Strategi.id

Masalah penyalahgunaan narkoba yang melibatkan generasi muda menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini. Generasi muda yang menjadi penerus cita-cita bangsa harusnya bebas dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Hasil penelitian terakhir BNN (tahun 2017) jumlah penyalahgunna narkoba di kalangan generasi muda (Pelajar) mencapai 24 persen atau setara dengan 810.267 orang. Jumlah tersebut sangat besar dan memerlukan penanganan yang serius. Penanganan tidak hanya dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sector pencegahan penyalahgunaan narkoba, tetapi unit kecil dalam masyarakat seperti keluarga juga memegang peranan penting dalam mencegah generasi muda menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan dalam keluarga antara lain menciptakan kedekatan dan komunikasi antara orang tua dan anak. Salah satu investasi waktu terbaik dan yang paling bijaksana adalah meluangkan waktu bersama keluarga. Mengapa demikian?

Interaksi orang tua dan anak sangat penting untuk menumbuhkan kedekatan di antara mereka, misalnya dengan mengobrol atau pergi bersama di waktu luang. Kedekatan ini penting untuk menciptakan rasa nyaman bagi anak-anak. Mereka semestinya dapat menganggap orang tua selayaknya teman, dimana setiap permasalahan dapat mereka sampaikan kepada orang tua. Nah, yang berbahaya adalah ketika anak tidak berani menceritakan permasalahan yang ia dihadapi kepada orang tua. Salah satu bentuk komunikasi yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan meluangkan sedikit waktunya untuk sekadar sms atau menelepon anak-anak mereka. Anak akan merasa diperhatikan.

Banyak penelitian yang menunjukan bahwa orangtua yang sering meluangkan waktu bersama anak-anaknya seperti saling bercerita, mendengarkan dan menjawab pertanyaan mereka, maka prestasi anak akan jauh lebih baik dan memiliki sikap yang tegas dalam menolak pengaruh negatif disekitar mereka. (Oscar)

(Disunting dari beberapa sumber)

Pada tingkat perguruan tinggi banyak ditemukan organisasi kemahasiswaan sebagai wadah berkumpulnya individu dengan visi, dan misi yang sama. Organisasi ini dikenal sebagai fasilitator antar pihak kampus, mahasiswa, juga masyarakat dalam berbagi inspirasi ataupun aksi terkait isu yang beredar di masyarakat.

Salah satu contohnya ialah Gerakan Mahasiswa Anti Narkoba (GERHANA) di Universitas Serang Raya, sebuah organisasi yang aktif mensosialisasikan tentang bahaya narkoba. Dengan adanya wadah ini, mahasiswa dapat mengupayakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) di lingkungan kampus dan juga masyarakat.

Para mahasiswa mengadakan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada siswa SMP/SMA/sederajat dengan maksud dan tujuan memberikan pemahaman yang lebih tentang narkoba dan bahayanya kepada generasi muda penerus bangsa.

Sebab bukan lagi rahasia umum jika lingkungan kampus begitu memudahkan mahasiswa melakukan transaksi terlarang. Universitas menjadi lokasi yang banyak digunakan untuk memakai maupun mengedarkan narkoba. Pasalnya tidak ada pengawasan khusus dari pihak terkait.

Dengan adanya organisasi seperti ini mahasiswa diharapkan berperan aktif terjun langsung ke masyarakat dalam memberikan penyuluhan akan bahayanya penyalahgunaan narkoba. Juga dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain yang belum memiliki organisasi serupa untuk ikut peduli akan pentinya sosialisasi tentang pencegahan narkoba. (Diandra&Asri)

Page 1 of 15
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…