yono

yono

Page 1 of 11

Jakarta, CEGAHNARKOBA – SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di desain untuk dapat diintegrasikan dengan proses  manajemen dan kendali yang ada serta Komitmen kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam Sistem manajemen anti penyuapan (SMAP).  Komitmen kepemimpinan untuk menetapkan budaya kejujuran, transparansi, keterbukaan dan kepatuhan. Sifat dari budaya organisasi adalah hal yang kritis terhadap kesuksesan atau kegagalan sistem manajemen anti penyuapan.

BNN sudah selangkah lebih maju karena sudah menerapkan Peraturan Kepala (Perka) terkait Kebenturan Kepentingan dan hal tersebut diatur dalam SNI ISO 37001: 2016 SMAP Klausal 4.5 Penilaian Risiko Penyuapan. Atas dasar itulah, melalui Inspketur Utama, BNN mencoba mengintegrasikan ke dalam SNI ISO 37001:2016 dan mengintegrasikan SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu.

BNN sudah mempunyai sistem namun belum terkelola dengan baik. Mempertahankan standar sesusai sertifikasi lebih sulit dan merupakan kewajiban BNN untuk melaksanakannya. Sertifikasi yang telah diraih BNN hanya berlaku selama 3 tahun, dan akan terus dilakukan audit sebagai langkah monitoring dan evaluasi.

Inspektur Utama BNN, Irjen Pol. Drs. Wahyu Adi menyampaikan dalam acara penterahan sertifikat tersebut secara bersamaan merupakan tanggung jawab yang besar bagi BNN. “Mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkannya, maka dibutuhkan komitmen dan kerja sama yang baik dari semua unsur yang ada dalam suatu organisasi untuk mengimplementasikan klausul-klausul yang ada di dalam SNI ISO tersebut” tegasnya lebih lanjut.

Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar – Badan Standardisasi Nasional (BSN) Wayu Purbowarsito menyampaikan sebagai salah satu binaan BSN dalam menerapkan SNI ISO 37001:2016 dan SNI ISO 9001:2015, mempertahankan Sistem Manajemen Mutu bukan hanya sekedar untuk memenuhi persyaratan saja, namun harus menjadi bagian dari Budaya Organisasi sebagai bentuk Komitmen dan tanggungjawab organisasi dalam menjamin mutu kerja yang dihasilkan. Selanjutnya dengan diterimanya sertifikat ke SNI ISO 9001:20015 dan SNI ISO 37001:2016, maka Inspektorat telah berhak menggunakan LOGO Komite Akreditasi Nasional (KAN). (yul).

#stopnarkoba #cegahnarkoba

Denpasar, Cegahnarkoba – Ibu negara,  Iriana Joko Widodo melakukan sosialisasi Anti Narkoba, Pornografi serta Kekerasan Pada Perempuan dan Anak kepada masyarakat Bali.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari kegiatan Organisasi Aksi Solidaritas Era (Oase) Kabinet Kerja yang merupakan organisasi khusus gagasan Ibu Negara dan Ibu Wakil Presiden dan disepakati para pendamping menteri kabinet kerja.

"Kita harus semangat memberantas narkoba, karena pemakainya di Indonesia sangat banyak. Jauhi narkoba, kekerasan dаn pornografi jika tidak ingin masa depan kita rusak. Indonesia harus bebas dаrі narkoba,” ujar Iriana, di Hotel Aston, Denpasar, Bali, Selasa (3/4/2018).

Lebih lanjut Iriana berharap selesai acara ini, sepulang dari tempat ini, saudara-saudara dan anak-anak yang menjadi peserta sosialisasi bisa menjadi duta anti narkoba, duta anti pornografi dan duta anti kekerasan. Mari sebarkan informasi bahaya penyalahgunaan  narkoba mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar kita.

#stopnarkoba #cegahnarkoba

Jembrana, Bali, Cegahnarkoba - Desa Budeng yang terletak di Kecamatan, Jembrana, Kabupaten Jembrana Bali menjadi Pilot Project pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BNN Irjen (Pol) Drs. Heru Winarko saat menghadiri peresmian Desa Budeng menjadi Desa Bersih narkoba.

Heru Winarko sangat mengapresiasi konsep tersebut, sehingga beliau menyempatkan hadir dalam acara peresmian Desa Budeng sebagai desa bersih narkoba. Hal ini sejalan dengan program BNN yang menangkal peredaran gelap narkoba mulai dari pedesaan. 

“Tidak bisa dipungkiri bahwa narkoba sudah masuk hingga pedesaan. oleh karena itu perlu ketahanan yang kuat dari desa tersebut untuk menangkalnya. Saya harap semua desa di Kabupaten Jembrana ini bersih dari peredaran narkoba” tegas Heru Winarko.

Peresmian Desa Budeng sebagai desa bersih narkoba dibarengi dengan penandatanganan perjanjian Muspida bersama masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. (disunting dari berbagai sumber) edited affan.

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Jembrana, Bali, Cegahnarkoba - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen (Pol) Heru Winarko mengukuhkan 571 relawan anti narkoba di  Kabupaten Jembrana, Bali Jumat (23/03). Relawan tersebut berasal dari berbagai unsur masyarakat.

Pada pengukuhan tersebut kepala BNN didampingi oleh Deputi Pencegahan BNN, Irjen (Pol) Ali Johardi dan Kepala BNNP Bali Brigjen (Pol) Drs I Putu Gede Suastawa. Hadir pula jajaran Pejabat Pemerintah Daerah Bupati kabupaten Jembrana, I Putu Artha, Wakil Bupati  Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Kapolres Jembrana.

Kepala BNN, Irjen (Pol) Drs. Heru Winarko, S.H, memberikan apresiasi atas semangat yang ditunjukkan oleh elemen masyarakat Jembrana yang hadir berbondong-bondong untuk bersama menolak narkoba. Menurut kepala BNN ini adalah bentuk perhatian yang serius dari masyarakat Jembrana dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Kepada para relawan, kepala BNN berpesan agar pencegahan dimulai dari diri sendiri sehingga nantinya dapat menjaga keluarga dan lingkungannya dari ancaman narkoba tegas Heru Winarko. Khusus bagi relawan dari kalangan anak muda, Heru Winarkoba mengajak untuk terus menjaga kreativitasnya dan senantiasa meningkatkan kemampuan diri agar memiliki nilai yang lebih dalam kehidupan di masa depannya.

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana selaku Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Jembrana, I Made Kembang Hartawan dalam sambutannya mengatakan Jembrana adalah kabupaten paling barat yang juga pintu masuk ke Pulau Bali. Hal ini bisa saja dimanfaatkan oleh sindikat untuk menjadikan Jembrana sebagai tempat transit peredaran gelap narkoba ujarnya.

Lebih lanjut I Made kembang Hatawan juga menyinggung tentang pentingnya menjaga generasi muda bangsa dari peredaran narkoba.

"Apabila generasi muda kita terkena narkoba maka hancurlah bangsa kita, oleh karena itu kepada seluruh relawan yang dikukuhkan mari kita berjuang menjadi relawan anti narkoba untuk melindungi generasi muda indonesia dari penyalahgunaan narkoba” ujarnya.

Relawan yang sudah dikukuhkan harus bisa memberikan kontribusi melindungi masyarakat jembrana dari penyalahgunaan narkoba tutup I Made Kembang Hartawan. (edit Oscar)

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Kalimantan Timur, Cegahnarkoba - Ancaman narkoba bagi generasi muda yang semakin menghawatirkan, membuat BNN RI terus melakukan inovasi dalam upaya pencegahan, salah satunya dengan mengembangkan radio Streaming dengan Nama Cegah Narkoba Streaming Radio.

Guna menyempurnakan program serta isi siaran, BNN RI menggelar kunjungan ke beberapa radio di daerah. Salah satunya ke Kaltim mengunjungi radio RRI Samarinda dan radio Suara Mahakam.

"Kegiatan ini sebagai upaya Benchmarking (penggalian) data untuk penyempurnaan radio Streaming BNN, baik terkait isi siaran, program, manajemen SDM sampai pada evaluasi program "Kata M. Affan Eko B.S S.IP, M.Si (Kepala Seksi Media Online Direktorat Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN RI), Rabu (21/3).

Dikatakan Affan, di era konvergensi media keberadaan radio Streaming diharapkan mampu menunjang BNN dalam memberikan edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat utamanya pelajar dan mahasiswa.

Sementara itu Kepala Stasiun RRI Samarinda Chrisma Rini saat menerima kunjungan BNN RI, mengapresiasi keberadaan radio Streaming yang di kembangkan BNN. Pihaknya berharap ke depan ada sinergi yang lebih kongkrit dalam upaya pencegahan narkoba berbasis media baru.

Dikatakan Chrisma Rini, selama ini sudah ada terjalin kerjasama antara BNN Kota Maupun BNN Provinsi Kaltim dengan lembaga penyiaran yang dia kepalai saat ini. Namun dengan adanya kunjungan ini diharapkan kerjasamanya dapat lebih maksimal lagi. "Kita bersinergi untuk menyelamatkan anak negri". Karena keberadaan RRI ada di seluruh wilayah indonesia termasuk perbatasan. Pungkasnya.

#cegahnarkoba #stopnarkoba

Lido, Cegahnarkoba – Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol. Budi Waseso meresmikan Pusat Laboratorium (Puslab) Narkotika dan Fasilitas Anjing Pelacak Narkotika (Unit Deteksi K9) di Lido, Kamis (22/2/2018).

“Peresmian dan Operasional Puslab Narkotika dibuat, mengingat perkembangan narkotika jenis NPS (New Psychoactive Substance), di Indonesia yang terus berkembang dengan pesat. Fasilitas ini merupakan milik negara yang mempunyai taraf internasional. Labotarium pertama di Indonesia yang dibangun khusus untuk melakukan penelitian perkembangan terhadap penyalahgunaan narkoba," tutur Buwas.

Selain Pusat Laboratorium narkotika, BNN juga meresmikan Unit Deteksi K9. Dalam penjelasannya lebih lanjut, Buwas menyampaikan pembangunan unit tersebut untuk meningkatkan kualitas anjing pelacak. Unit ini juga dilengkapi fasilitas sarana pelatihan bagi pawang dan anjing di outdoor  maupun indoor. Sebagai penghormatan bagi anjing pelacak yang gugur dalam bertugas, disiapkan pemakaman khusus.

PARFI ‘56 Menandatangani Nota Kesepahaman Dengan BNN

Kegiatan lainnya yang dilaksanakan di Lido, Bogor pada Kamis (22/2/2018) yang lalu adalah penandatanganan nota kesepahaman pencegahan narkotika antara BNN dengan Persatuan Artis Film 1956 (Parfi 56). Kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kampanye penanggulangan narkotika dikalangan artis agar lebih efektif dan memiliki hasil yang optimal.

“Artis adalah public figure, dan harus menjadi role model bagi orang banyak terutama generasi muda. Segala gerak langkah jadi perhatian untuk kemudian diikuti sebagai gaya hidup. Maka artis punya peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda bangsa”, ujar Ketua Umum PARFI ‘56 Marcella Zalianty.

Dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Parfi56 dan BNN, Marcella berharap tidak ada lagi artis, terutama anggota PARFI ‘56 yang terkait kasus Narkoba. “Ini adalah tindakan preventif untuk mencegah sedini mungkin. (yul)

#stopnarkoba #cegahnarkoba

Page 1 of 11
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…